Trivia
Memahami Dampak Resesi Ekonomi! Selalu Siap Dengan 5 Langkah Mudah Ini!
Hanan Yanuar
Selasa, 18 Maret 2025
Resesi ekonomi

 

Belakangan ini pasti Sobat sering dengar kata “Resesi Ekonomi”. Resesi ekonomi bisa menjadi momok yang menakutkan bagi banyak orang. Namun, Sobat udah tau belum apa itu resesi?

Resesi ekonomi adalah kondisi dimana menurunnya kegiatan ekonomi secara signifikan yang berlangsung selama berbulan-bulan atau bahkan sampai bertahun-tahun. Hal ini ditandai dengan menurunnya Produk Domestik Bruto (PDB) serta turunnya daya beli masyarakat, serta menurunnya produksi dan investasi di berbagai sektor.

Resesi dapat berdampak luas,  termasuk pada bisnis, lapangan kerja, dan stabilitas keuangan individu. Dengan langkah-langkah yang tepat, Sobat tetap bisa bertahan dan bahkan mengambil peluang di tengah ketidakpastian ekonomi

Dampak Resesi Ekonomi Pada Pekerja dan Bisnis

Dampak resesi ini tidak pandang bulu bisnis kecil atau besar. Setiap bisnis jika terjadinya resesi ekonomi akan mengalami penurunan penjualan  karena turunnya permintaan. Bahkan jika kondisi ekonomi memburuk, banyak bisnis yang akhirnya terpaksa tutup karena tidak mampu bertahan.

Selain itu dampaknya pada pekerja adalah terkena PHK untuk memangkas biaya pengeluaran. Hal ini dikarenakan kurangnya permintaan masyarakat sehingga hanya membutuhkan sedikit pekerja dalam memenuhi permintaan. 

Terutama usaha kecil dan menengah (UKM) harus berjuang lebih keras untuk bertahan. Menurunnya daya beli masyarakat, kesulitan mendapatkan modal, serta meningkatnya biaya operasional menjadi hambatan besar bagi kelangsungan usaha.

Namun, bukan berarti kita harus pasrah tanpa persiapan. Oleh karena itu, penting untuk mempersiapkan diri agar tetap stabil secara finansial dan siap menghadapi tantangan resesi ekonomi yang mungkin terjadi.

Cara Menghadapi Resesi Ekonomi

1. Mempersiapkan Dana Darurat

Dana Darurat adalah tabungan yang sudah dikumpulkan dan disiapkan untuk menghadapi situasi tak terduga, seperti kehilangan pekerjaan, biaya medis mendadak, atau kebutuhan mendesak lainnya. Dalam menghadapi resesi ekonomi, memiliki dana darurat menjadi sangat penting agar tetap stabil secara finansial meskipun terjadi ketidakpastian ekonomi.

Dalam menghadapi resesi ekonomi Sobat tahun ga sih bahwasannya dana darurat berperan dalam menjaga stabilitas keuangan rumah tangga bahkan perusahaan ketika terjadi hal yang tidak diinginkan.

2. Mencari Penghasilan Tambahan

Di tengah resesi ekonomi, hanya memiliki satu sumber penghasilan bisa menjadi risiko. Oleh karena itu, sangat penting untuk menambah penghasilan agar dapat aman dari situasi pemotongan gaji atau kehilangan pekerjaan.

Saat resesi, perusahaan sering melakukan efisiensi dengan mengurangi karyawan atau memotong gaji. Jika hanya mengandalkan satu pekerjaan, risiko kehilangan sumber penghasilan utama menjadi lebih besar. Penghasilan tambahan memberikan cadangan keuangan yang membantu menjaga kestabilan ekonomi pribadi.

3.  Memangkas Pengeluaran dan Melunasi Hutang

Jika Sobat memiliki hutang maka fokus untuk menyisihkan pendapatan lalu alihkan untuk melunasi hutang. Melunasi hutang ini mulai dari yang memiliki bunga tertinggi. Selain itu, Memangkas pengeluaran dengan tidak membeli apa yang tidak diperlukan. Bahkan jika perlu Sobat bisa berburu diskon dan cashback dalam berbelanja.

Meminimalkan pengeluaran yang tidak perlu membantu mengalokasikan uang untuk kebutuhan yang lebih mendesak. Uang yang dihemat dari pengeluaran yang tidak perlu dapat dialokasikan untuk dana darurat atau investasi yang lebih aman.

4. Hindari Hutang Jangka Panjang

Berhutang memang terlihat sepele, Sobat bisa memiliki barang atau sesuatu yang kita inginkan dengan meminjam ke orang. Namun, sebaiknya Sobat mulai mengurangi kebiasan buruk ini dan mulai belajar dalam mengelola uang dengan sebaik mungkin. 

Karena resesi ekonomi akan membuat Sobat kesulitan menyesuaikan pemasukan dengan pengeluaran. Kesulitan menyesuaikan ini karena ketidakpastian pendapatan karena kondisi bisnis sedang tidak stabil sehingga kapanpun Sobat bisa dipecat. Ditambah dengan beban hutang, masalah keuangan Sobat akan bertambah.

5. Berinvestasi yang Aman

Pada saat menghadapi resesi ekonomi hal yang perlu Sobat lakukan adalah bertahan dan mencari jalan keluar. Berinvestasi adalah jawabannya resesi sering kali menyebabkan penurunan nilai aset dan melemahnya daya beli, sehingga memilih instrumen investasi yang tepat dapat membantu melindungi harga beli.

Salah satu pilihan investasi yang aman adalah emas dan logam mulia, yang dikenal sebagai safe haven asset. Nilai emas cenderung stabil bahkan meningkat saat ekonomi sedang melemah. Namun, menyimpan emas fisik bisa jadi kurang praktis karena membutuhkan tempat penyimpanan yang aman. 

Sebagai gantinya, emas digital kini menjadi pilihan investasi yang lebih fleksibel dan mudah diakses. Dengan emas digital, investor bisa membeli, menjual, dan menyimpan emas secara online tanpa harus khawatir soal penyimpanan fisik.

Jika Sobat ingin mulai berinvestasi dengan cara yang praktis dan aman, emas digital bisa menjadi pilihan terbaik. Beli dan simpan emas digital dengan mudah melalui Treasury, platform terpercaya untuk investasi emas tanpa ribet!

 

Artikel Populer
Harga Emas Hari Ini 28
Berita, Kabar Emas
Turun Setelah Cetak Rekor Harga Emas Hari Ini Senin 28 Oktober 2024 Melemah
Senin, 28 Oktober 2024
Tips Keuangan
7 Level yang Harus Kamu Lalui Menuju Level Kemerdekaan Finansial
Rabu, 16 Agustus 2023
Tips Keuangan
Lindungi Aset dari Inflasi dengan Investasi Emas
Kamis, 02 Desember 2021